sistem pemindah tenaga pada alat berat
Nama :
Andreas Dwigati Nugroho
No :
18031042710175
Kelas :
Teknik Otomotif –C
TUGAS
M4 KB 4
SISTEM
PEMINDAH TENAGA ALAT BERAT
- Skema sistem pemindah tendaga pada OHT CATTERPILLAR 77D
Salah
satu sistem utama dari sebuah kendaraan berat adalah sistem pemindah tenaga. Sistem
pemindah tenaga berfungsi untuk menyalurkan kan menghentikan penyaluran tenaga
dari mesin hingga ke roda. Pada sebuah kendaraan umumnya sebuah sistem pemindah
tenaga terdiri dari beberapa bagian utama yaitu Clutch, transmisi, propeler
shaft, differensial, dan poros roda. Akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan pemindaha
daya pada alat berat maka sistem tersebut dirancang secara khusus dengan tujuan
supaya dapat menghasilkan momen yang besar.
Adapun
spesifikasi sistem pemindah tenaga dari CATTERPILLAR 77D adalah sebagai
berikut:
a.
Coupling : Lock Up Clutch Torque
Converter
b.
Transmisi : Planetary Power Shift
Transmisi
c.
Control Valve Transmisi : ICM (
Individual Clutch Modulation )
d.
Differential : Konvensional Differential
dengan Traction Control Sistem ( TCS/AETA )
e.
Final Drive : Planetary single
Reduction.
Adapun
skema sistem pemindah tenaga pada OHT catterpillar 77D adalah sebagai berikut:
a.
Torque converter.
Torque converter merupakan bagian pertama dalam sebuah
sistem pemindah tenaga yang berperan sebagai kopling hidrolik. Dimana Torqueconverter
menyediakan hubungan secara hydraulik dan mengijinkan engine dapat terus
berputar meskipun truck dalam keadaan
berhenti. Pada kondisi converter drive, torque converter melipatgandakan torsi
mesin menuju ke transmissi. Pada kondisi ground speeds yang lebih tinggi,
sebuah lockup clutch akan engages untuk menyediakan hubungan direct drive. Gigi
NEUTRAL dan MUNDUR maka hanya akan dalam kodisi converter drive.
Pada posisi Gigi Maju
Satu dalam kondisi converter drive saat ground speed masih rendah dan akan
menjadi hubungan langsung pada kondisi ground speed yang tinggi. Gigi DUA
hingga gigi TUJUH akan berada hanya dalam kodisi hubungan langsung. Selama
proses perpindahan gigi supaya perpindahan gigi menjadi lebih halus maka Torque
converter akan berubah menjadi converter drive.
Komponen- komponen yangmelengket pada torque converter
adalah inlet relief valve (1), outlet relief valve (2) serta torque converter
lockup clutch control valve (3).Torque converter outlet temperature sensor (4)
menyediakan input signal menuju ke Transmission/Chassis ECM.
Transmission/Chassis ECM mengirim signal ke Caterpillar Monitoring System, yang
akan meginformasikan tentang kodisi torque converter outlet temperature kepada
operator.
Torque converter pump (5) terbagai menjadi tiga
bahagian yaitu :
·
torque converter scavenge
·
torque converter charging
·
parking brake release
·
brake cooling (hanya mendinginkan rem depan jika ada)
berikut ini adalah sekema aliran oli pada torque
converter.
Pada sekema diatas menunjukkan aliran oli dari torque
converter pump pada torque converter hydrolic di Caterpillar 777D. Scavenge pump menarik oli memlalui screen dari toque
converter kemudian mengalirkannya ke hidrolik tank. Charging punmp mengirimkan
oli melalui torque converter charging filter menuju ke torque converter inlet
relief valve, sehingga oli mengalir dari inlet relief valve menuju outlet
relief valve. Kemudian oli mengalir dari outlet relief valve melalui torque
converter oil cooler menuju ke brakes belakang. Parking brake release pump
mengirim oli melalui parking brake release filter menuju ke parking brake
release valve serta torque converter lockup clutch valve. Sebahagian besar oli
mengalir ke parking brake release valve dan torque converter oil cooler menuju
ke brakes belakang.
a.
Transfer Gear & Transmisi
Aliran tenaga dari torque converter melalui sebuah
drive shaft menuju ke transfer gears (1). Transfer gears terhubung ke
transmission input shaft. Transmission (2) terletak diantara transfer gears dan
differential (3). Transmisi yang digunakan adalah dikontrol secara electronic
di bekerja secara hidraulik dan disebut transmisi ICM (Individual Clutch
Modulation).
Transmissi ini merupakan sebuah power shift planetary
design yang berisi tujuh buah clutches yang engaged secara hydraulic. Transmissi
ini menyediakan tujuh gigi MAJU dan satu gigi MUNDUR.
berikut ini adalah skema aliran oli pada sistem
transmisi CATTERPILLAR 77D
a.
Differential
Differential terletak axle housing belakang dibelakang
transmissi. Tenaga dari transmissi mengalir melalui differential dan dibagi sama
ke masing-masing final drive belakang. Final drives yang digunakan adalah
single reduction planetari.. Oleh kerena
itu differensial harus selalu dijaga dan diperiksa secara berkala.
memeriksa level oli
differential oil dengan membuka plug (1). Oli harus selevel dengan lubang plug
(1) ketika plugnya terbuka.Magnetic inspection plug juga harshould beus dibuka
yang juga merupakan plug pembuangan untuk memeriksa partikel yang melengket
pada magnetic plug tersebut.
memeriksa kondisi
breather (2) differential pada setiap interval waktu service dan bersihkan jika
diperlukan. Fungsi breather tersebut mencegah terjadinya kelebihan tekanan yang
mungkin bisa terjadi akibat peningkatan temperature didalam axle housing.
Tekanan yang berlebihan didalam axle housing dapat menyebabkan oli brake
cooling bocor melalui Duo-Cone seals ( floating seal ) didalam wheel brake assemblies.
Sebuah differential carrier thrust pin terletak dibalik cover (3). Thrust pin tersebut
berfungsi mencegah differential carrier bergeser ketika ada beban yang besar.
a.
Final Drive
Pada Rear axles ini dilengkapi dengan final drives type planetary. Putar
final drive hingga cover serta plug berada pada gambar yang ditunjukkan. Level
oli final drive diperiksa dan diisi dengan membuka magnetic plug (1).Oli harus
selevel dengan lubang plug (1). Biarkan oli merata pada semua ruangan final drive
serta axle housing ketika telah mengisi oli.
Oli final drive dapat dibuang melalui lubang drain dengan cara membuka
drain plug (2) terlebih dahulu. Magnetic inspection plug harus dibuka dan
diperiksa setiap service untuk mengetahui adanya partikel akibat keusan
komponen final drive yang menempel pada plug tersebut.
- Perawatan sistem
pemindah tenaga OHT CATTERPILLAR 77D
a. Pemeriksaan torque converter
|
No
|
Pemeriksaan/perawatan
|
Keterangan
|
|
1
|
Torque
Converter Outlet
Relief Valve
|
Spesifikasi 450 + 70 kPa ( 65 + 10 psi )
|
|
2
|
Torque
Converter intlet
Relief Valve
|
Spesifikasi 930 + 35 kPa ( 135 + 5 Psi )
|
|
3
|
Lock Up Clutch
Torque Converter
supply Pressure
|
Spesifikasi 4700 + 200 kPa ( 680 + 30 Psi )
|
|
4
|
Lock Up Clutch
pilot Torque Converter
|
Spesifikasi 1725 + 70 kPa ( 250 + 10 Psi )
|
|
5
|
Tekanan
maksimum lockup clutch pressure Test
|
Spesifikasi 2140 + 70 kPa ( 310 + 10 psi )
|
|
6
|
Tekanan primary lock up clutch pressure
|
Spesifikasi 1030 + 35 kPa ( 150 + 5 Psi)
|
b. Perawatan Sistem transmisi
|
No
|
Pemeriksaan/perawatan
|
Keterangan
|
|
1
|
Tekanan output
pompa transmisi
|
Spesifikasi Low Idle = 390 Psi
High Idle = 471 Psi
|
|
2
|
Tekanan
maksmimum
dan minimum
transmisi
lubrication
|
Transmisi
Posisi Netral
Ø Parking brake posisi ON
Ø Engine speed Low Idle dan High Idle
Spesifikasi
Low Idle =
5 psi
High Idle =
10 – 20 psi
|
|
3
|
Tekanan oli
pilot
transmisi
|
Transmisi
posisi Netral
Ø Parking Brake ON
Ø Engine speed low idle
Spesifikasi
255 + 5 psi
|
|
4
|
Tekanan
Primary
Clutch
transmisi
|
Lepaskan
hubungan main drive shaft
supaya
tranmisi tidak berputar
Ø Lepaskan connector solenoid upshift
dan
downshift
Ø Gunakan rachet drive untuk
memindahkan
gigi transmisi secara
manual
untuk mengenggagedkan
clutch
Lihat Table
specification primary
clutch
Pressure
|
|
5
|
Tekanan
maksimum
clutch
transmisi
|
Pasang
kembali semua load piston
plug semua
modulation valve
Ø Lakukan pengetesan yang sama saat
melakukan
pengetesan primary
pressure
Ø Gunakan engine speed high idle
maupun low
idle sesuai permintaan
pada table
pengukuran tekanan
Lihat table
specification maksimum
clutch
pressure
|








Komentar
Posting Komentar